h1

KORUPSI, KOLUSI DAN NEPOTISME

Maret 9, 2010

Perilaku korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) merupakan penyakit social, dan penyakit mental manusia. Untuk menciptakan penyelenggarakan Negara yang bersih dan berwibawa, perilaku korupsi, kolusi dan nepotisme harus diberantas sampai akar-akarnya. Perilaku KKN di Negara kita, telah merambah dalam segala aspek kehidupan baik dalam lingkungan pemerintah negara dari pejabat tinggi sampai pejabat rendah, dan tidak ketinggalan pula di lingkungan pejabat swasta telah terjangkit adanya penyakit KKN. Untuk memberantas penyakit KKN pemerintah telah mengeluarkan suatu undang-undang, yaitu undang-undang nomor 28 tahun 1999 tentang penyelenggaraan Negara yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme.

Korupsi berasal dari kata korup (corruption), yang berarti jahat, busuk, atau mudah disuap. Dengan demikian yang dimaksud korupsi adalah perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau kelompok orang (koperasi), dilakukan dengan cara-cara yang melanggar hukum, yang dapat merugikan keuangan Negara atau perekonomian Negara. Adapun yang termasuk perbuatan yang dilakukan dengan cara-cara melanggar hukum ialah : penyalahgunaan wewenang, pemotongan, imbalan atau pungutan terhadap pelayanan, pemerasan, pemberian fasilitas, penggelapan uang retribusi, penggelapan pajak, sumbangan yang memaksa, backing, dan pengumpulan dana yang berkedok yayasan dan kegiatan social.

Kolusi atau kolusif  (collusive), yang berarti rahasia, dengan diam-diam atau tidak terbuka. Kolusi adalah pemufakatan atau kerjasama secara melawan hukum antar penyelenggara Negara atau antara penyelenggara Negara dan pihak lain yang merugikan orang lain, masyarakat dan atau Negara.

Nepotisme (nepotism) berarti memberi jabatan kepada saudara-saudara, teman-teman atau kroninya. Nepotisme adalah setiap kegiatan penyelenggara Negara secara melawan hukum yang menguntungkan keluarganya dan atau kroninya diatas kepentingan masyarakat, bangsa dan Negara. Nepotisme ini dapat terjadi dalam menerima tenaga kerja, bahwa peserta yang melamar pekerjaan dan ikut tes pada salah satu kantor cukup banyak, akan tetapi yang dapat diterima menjadi pegawai adalah orang yang ada hubungan famili atau teman dari pejabat dari kantor tersebut dengan tidak memperhatikan kompetensi yang dimiliki. Nepotisme ini dapat terjadi karena masih kuatnya budaya kekerabatan bangsa kita, adanya kurang memperhatikan kompetensi sebagai peningkatan sumber daya manusia.

Perilaku korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) adalah perilaku yang dapat merusak kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Perilaku korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) juga merusak segala aspek kehidupan manusia, yaitu merusak tatanan hukum, tatanan politik, tatanan ekonomi, tatanan social dan budaya. Dengan adanya perilaku KKN sistem hukum tidak lagi berdasarkan prinsip keadilan. Dalam bidang politik adanya perilaku pembodohan terhadap masyarakat. Dalam bidang ekonomi adanya biaya hidup yang tinggi serta adanya pengabaian terhadap norma-norma kehidupan masyarakat.

Perilaku korupsi, kolusi dan nepotisme dapat terjadi karena adanya, sebagian orang hanya memikirkan sesaat, merebaknya paham materialisme, dan meningkatnya sikap hidunisme, serta lemahnya iman dan kurangnya kesadaran hukum.

Nur Rochman

17108340

3KA17

4 komentar

  1. Terima Kasih


  2. negara kita rusak karena kegiatan pemerintahan di segala lini tdk bersih, masih adanya di suatu instansi managemen sumber daya person/personil masih menggunakan pendekatan KKN, alangkah tdk kompetitifnya kegiatan tsb sehingga yg terjadi adalah banyaknya org yg kompeten semakin terpuruk dan malas utk meraih mimpi, malas utk berinovasi dan malas utk segalanya, brantas KKN segalanya pasti berubah


  3. terimakasih, bagus sekali artikelnya ;)


  4. KOLUSIII!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    APAH KATA DUNIAAAAAA



Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: