Archive for the ‘Ilmu Sosial Dasar’ Category

h1

Negara Kesatuan (unitaris)

Maret 4, 2010

Bentuk negara menyatakan struktur organisasi sebagai suatu keseluruhan yang meliputi semua unsurnya atau negara dalam wujudnya sebagai suatu organisasi. Negara kesatuan (unitaris) adalah negara yang bersusun tunggal, dimana pemerintahan pusat memegang kekuasaan untuk menjalankan urusan pemerintahan dari pusat hingga daerah.bersusun tunggal berarti dalam negara hanya ada satu negara, satu pemerintahan, satu kepala negara, satu undang-undang dasar dan satu lembaga legislatif. Bentuk negara kesatuan merupakan bentuk negara yang sederhana tetapi dapat menghasilkan negara yang kuat karena hanya terdapat satu pemerintahan yang berdaulat ke dalam dan keluar. Sisi negatifnya, dikhawatirkan bentuk negara ini menimbulkan pemusatan kekuasan yang birokratis sehingga dapat menghambat kelancaran urusan pemerintahan. Keburukan itu dapat dihilangkan apabila pelaksana kekuasaan negara memiliki kontrol yang tinggi terhadap diri sendiri (moral) dan ada kontrol dari rakyat melalui melalui lembaga yang berwenang.

a. Negara kesatuan sistem sentralisasi

Negara kesatuan sistem sentralisasi adalah bentuk negara dimana pemerintahan pusat memiliki kedaulatan penuh untuk menyelenggarakan urusan pemerintah dari pusat hingga daerah, termasuk segala hal yang menyangkut urusan pemerintahan daerah. Pemerintah daerah hanya bersifat pasif dan menjalankan perintrah dari pemerintah pusat. Singkatnya pemerintah daerah hanya sebagai pekaksana belaka. Contoh negara yang menerapkannya adalah jerman pada masa hitler

1. Kebaikan negara kesatuan sistem sentralisasi adalah :

-          Terdapat keseragaman hukum di seluruh wilayah negara

-          Pemerintahan mengurus langsung semua urusan sampai ke daerah

-          Tidak membutukan biaya yang besar

2. Kelemahan negara kesatuan sistem sentralisasi adalah :

-          Bertumpuknya pekerjaan pemerintah pusat yang dapat menghambat proses pelaksanaan pembangunan

-          Rakyak akan bersifat apatis dan tidak mempunyai tanggung jawab dalam pelaksanaan pembangunan di daerahnya

-          Peraturan yang dibuat pemerintah pusat sering tidak sesuai dengan kebutuhan daerah

b. Negara kesatuan sistem desentralisasi

Negara kesatuan sistem desentralisasi adalah bentuk negara dimana pemerintahan pusat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi dalam negara memberikan sebagian kekuasaannya kepada daerah untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri. Keikut sertaan daerah untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri di sebut hak otonom.

Dalam sistem pemerintahan ini daerah membuat peraturan yang sesuai dengan kondisi daerahnya, asal peraturan itu tidak bertentangan dengan peraturan diatasnya. Pemerintah pusat tidak lagi memegang kekuasaan seluruh urusan pemerintahan, melainkan hanya urusan urusan pokok saja, seperti urusan pemerintahan umum, politik, keuangan dan hubungan luar negeri. Contoh negara yang menerapkan sistem ini adalah indonesia.

1. Kebaikan dari negara kesatuan kesatuan dengan sistem desentralisasi adalah :

-          Pemerintah daerah dapat membuat peraturan yang sesuai dengan situasi dan kondisi daerahnya

-          Karena peraturan sesuai kondisi dan keadaan daerahnya maka rakyat dapat berperan secara aktif dalam pembangunan untuk memajukan daerahnya

2. Kelemahan negara kesatuan dengan sistem desentralisasi adalah :

-          Tidak adanya keseragaman peraturan di seluruh wilayah negara

Sistem ini membutuhkan biaya yang besar

Nama : Nur Rochman

Npm : 17108340

h1

Modernisasi dan urbanisasi

Maret 4, 2010

Modernisasi dapat menimbulkan perubahan-perubahan baik di desa ataupun di kota. Industrialisasi yang pertumbuhannya semakin cepat terutama di kota-kota besar berdampak pada tingginya urbanisasi.

1. Dampak perkembangan industri di kota.

Dampak berkembangnya industri-industri di kota-kota besar adalah sebagai berikut :

-          Kota menjadi pusat industri

-          Kota menjadi pusat perdagagangan hasil industri.

-          Di kota tumbuh berbagai jenis pertokoan yang dapat menyerap tenaga kerja

-          Di kota tumbuh pusat hiburan yang penuh dengan keramaian

2. Dampak perkembangan industri bagi masyarakat desa

Karena pengaruh teknologi informasi dan transportasi yang semakin lancar dan canggih, maka jarak desa dan kota semakin dekat. Hal ini mengakibatkan desa mengalami perubahan-perubahan seperti berikut

-          Dengan adanya koran masuk desa atau televisi yang menayangkan berbagai macam informasi terjadi perubahan pola pikir dan pola perilaku

-          Terjadi pula perubahan pola hidup masyarakat di desa

Oleh karena itu proses perkembangan di desa bila dibandingkan di kota lambat, maka timbul masalah baru, yaitu kesenjangan sosial  antara kota dan desa. Dan hal ini berakibat pada tumbuhnya urbanisasi

3. Penyebab terjadinya urbanisasi

Beberapa penyebab terjadinya urbanisasi sebagai berikut :

-          Adanya daya tarik kota antara lain seperti berikut :

a. Daya tarik ekonomi

Di kota orang berharap untuk dapat dengan mudah mendapatkan pekerjaan. Hal itu menjadi satu keharusan untuk mengubah nasib.

b. Daya tarik sosial

Kebanyakan orang pergi ke kota untuk mengubah status sosial melalui berbagai macam cara seperti pendidikan atau pekerjaan. Misalnya yang tainya di desa sebagai petani pindah ke kota menjadi pegawai negeri atau  karyawan swasta.

c. Daya tarik pendidikan

Di kota tersedia berbagai macam fasilitas pendidikan. Bagi orang desa yang ingin menyekolahkan anaknya ke jenjang yang lebih tinggi, mereka akan berupaya menyekolahkannya di kota. Tentunya dengan harapan agar setelah berhasi l menempuh pendidikan yang lebih tinggi, ia mendapatkan pekerjaan yang sesuai di kota dan secara otomatis ia dapat menaikkan status sosial keluarganya

-          Adanya faktor pendoronga penduduk desa untuk berurbanisasi adalah sebagai berikut :

a. Lapangan pekerjaan yang tersedia di desa sangat kurang atau terbatas bila di bandingkan dengan pertumbuhan penduduknya sehingga menimbulkan pengangguran tersamar. Untuk itu mereka berbondong-bondong menuju kota

b. Penduduk desa terutama kaum mudanya merasa tertekan oleh adat istiadat yang ketat yang menimbulkan cara hidup yang monoton.

c. Penduduk desa tidak memiliki banyak kesempatan untuk memperoleh pengetahuan sehingga mereka beramai-ramai ke kota

d. Di desa tempat rekreasi sulit di peroleh

4. Masalah yang timbul akibat urbanisasi

Dengan adanya urbanisasi maka penduduk kota semakin bertambah. Dengan begitu timbullah permasalahan baru baik di desa atau pun di kota antara lain sebagai berikut :\

-          Semakin berkurangnya penduduk desa

-          Banyak sawah yang terbengkalai

-          Hasil panen yang menurun

-          Muncul pengangguran di kota

-          Kriminalitas dan perilaku menyimpang lainnya meningkat di kota.

5. Upaya menahan laju urbanisasi.

Upaya untuk menahan laju urbanisasi antara lain sebagai berikut :

-          Meningkatkan pembangunan di desa misalnya di bidang pertanian

-          Membangun tempat kursus dan balai pelatihan di desa

-          Meningkatkan arus informasi dan sarana transportasi sehingga berita-berita aktual bisa cepat di terima

-          Memperhatikan kesinambungan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi agar sejalan dengan perkembangan iman dengan meningkatkan pendidikan agama.

Nama : Nur Rochman

Npm : 17108340

h1

Mobilitas Sosial

Maret 3, 2010

Mobilitas sosial bukan merupakan kenyataan yang begitu saja terjadi. Suatu gerak terjadi karena ada penggerak. Begitu pula dengan mobilitas sosial. Perpindahan antar status sosial dapat terjadi kalau status sosial tinggi yang dituju memang ada, masih menyediakan ruang untuk di isi dan mudah diperoleh. Seorang lurah misalnya, tidak mungkin mengangkat status sosialnya menjadi tumenggung karena status sosial itu memang tidak ada dalam kelompok sosialnya. Lalu sekelompok buruh tani tidak dapat beralih status sosial menjadi karyawan pabrik karena pabrik-pabrik sudah menutup penerimaan karyawan baru. Seorang pedagang asongan tidak sanggup mengangkat status sosialnya menjadi sarjana karena kesulitan biaya

1. Struktur pekerjaan

Dalam setiap masyarakat, terdapat sejumlah status sosial tinggi yang menyediakan serta yang harus di isi. Jumlah itu berbeda antara masyarakat yang satu dengan yang lain. Perbedaan itu tampak pada pembagian lapangan kerja yang tersedia.

Masyarakat yang mengandalkan kehidupan ekonominya pada bidang pertanian dan bahan baku cenderung memperluas lapangan kerja di tingkat bawah dan membatasi lapangan kerja di tingkat menengah dan atas. Masyarakat seperti ini akan memiliki banyak status sosial rendah dan sedikit status sosial atas. Akibatnya, kemungkinan seorang pegawai rendahan meningkat status sosialnya menjadi kecil sekali. Ia hanya mungkin beralih status sosisal dalam lapisan sosial yang sama, misalnya dari buruh tani menjadi buruh perkebunan ataupun buruh tambang. Itulah sebabnya mobilitas masyarakat agraris cenderung rendah.

Sebaliknya, masyarakat yang mengandalkan kehidupan ekonominya pada industri cenderung memperluas lapangan kerja di tingkat menengah dan atas. Perkembangan industri ditandai dengan perkembangan teknologi sehingga membutuhkan tenaga kerja yang handal. Terbuka kesempatan untuk bekerja di tingkat menengah dan atas memacu warga masyarakat untuk meningkatkan status sosialnya. Statistik negara industri memperlihatkan penurunan jumlah orang yang bekerja di tingkat buruh dan peningkatan jumlah orang yang bekerja di tingkat profesional. Itulah sebabnya mobilitas sosial dalam masyarakat industri cenderung tinggi.

2. Perbedaan tingkat kelahiran

Tingkat kelahiran pada masyarakat berstatus sosial rendah umumnya lebih tinggi di bandingkan  dengan tingkat kelahiran pada masyarakat berstatus sosial menengah keatas. Kenyataan tersebut dapat kita lihat dari perbedaan tingkat kelahiran yang menyolok antara desa dan kota atau antara masyarakat agraris dan industri. Perbedaan tingkat kelahiran ini akan memacu mobilitas sosial, berupa gejala warga masyarakat dari status sosial rendah mencari kerja di tingkat menengah sampai atas.

Terjadinya mobilitas sosial itu dapat di terangkan sebagai berikut. Berkat kemajuan ilmu dan teknologi, pertambahan dan perluasan lapangan kerja ditingkat status sosisal menengah ke atas semakin meningkat. Cobalah jika kita perhatikan halaman surat kabar yang melampirkan iklan buka lamaran pekerjaan dari berbagai perusahaan! Ada banyak sekali, padahal tingkat kelahiran pada masyarakat berstatus sosial menengah sampai ke atas relatif rendah dibandingkan masyarakat yang berstatus sosial rendah. Dan akibatnya ada kekosongan di tingkat menengah sampai keatas yang harus di isi. Kekosongan itu di isi oleh warga masyarakat dari lapisan bawah sehingga status sosial mereka pun turut terangkat. Maka jadilah mobilitas sosial.

Nama : Nur Rochman

Npm : 17108340

h1

Pelapisan Sosial masyarakat di desa dan di kota

Maret 3, 2010

Dalam kehidupan sehari-hari sering kita amati adanya perbedaan status  dan peranan antar warga, baik di lingkungan keluarga atau pun masyarakat. Dalam lingkungan masyarakat yang lebih luas perbedaan tersebut mencakup berbagai aspek kehidupan, misalnya ada orang kaya dan ada orang miskin, ada orang yang berkuasa dan ada orang tidak berkuasa, serta ada orang yang dihormati dan ada orang yang tidak di hormati.

Gejala di atas menunjukan adanya perbedaan- perbedaan bertingkat dalam masyarakat. Perbedaan bertingkat tersebut dinamakan pelapisan sosial. Pelapisan sosial bersifat umum atau universal artinya selalu di temukan pada setiap kelompok sosial, baik pada masyarakat tradisional maupun masyarakat modern.

Ada beberapa pendapat pakar tentang pelapisan sosial salah satunya adalah Plato, seorang filsuf (pemikir) yunani, mengatakan bahwa masyarakat negara dapat dibedakan menjadi tiga golongan yakni filsuf sebagai pemimpin negara, prajurit sebagai penjamin terlaksana hukum negara, dan rakyat (petani) sebagai warga negara.

Adanya perbedaan dalam masyarakat juga di temukan pada murid plato yaitu aristoteles. Ia mengatakan bahwa masyarakat dapat dibedakan menjadi 3 golongan yaitu mereka yang kaya sekali, yang melarat dan yang ada diantara keduanya. Pendapat kedua pemikir tersebut mengisaratkan bahwa pada zaman kuno, manusia telah mengenal adanya pelapisan-pelapisan dalam masyarakat dalam wujud perbedaan golongan. Jadi pelapisan sosial itu adalah perbedaan masyarakat ke dalam kelas-kelas secara vertikal, yang diwujudkan  dengan adanya tingkatan masyarakat dari yang tinggi sampai ke yang lebih rendah.

Pelapisan sosial sudah dikenal sejak manusia menjalin kehidupan bersama. Bagaimanapun wujudnya, kehidupan bersama sudah tentu membutuhkan penataan atau organisasi. Dalam rangka penataan masyarakat inilah terbentuk pelapisan sosial. Pada masyarakat yang taraf kebudayaannya relatif rendah maka pelapisan sosial amat terbatas sifatnya. Dalam masyarakat mentawai misalnya, belum ada perbedaan status yang tegas antara warga masyarakat yang satu dengan yang lain. Setiap warga masyarakat menjalani cara hidup yang sama dan statis, yakni berkebun dan berburu. Akibatnya pelapisan sosial hanya terbatas pada penentuan pemimpin dan pihak yang di pimpin.

Dalam masyarakat kota, cara hidup sudah mulai dinamis dan majemuk dibandingkan di desa. Bagi masyarakat kota yang relatif modern, pembagian peran atau status dilingkungan kota sudah semakin tegas dan rinci. Misalny aada karyawan, manager perusahaan, guru, pengacara, hakim, polisi, pedagang dan profesi lainnya. Masing-masing warga masyarakat memiliki profesinya sendiri-sendiri. Akibatnya pelapisan sosial di kota pun semakin beraneka ragam.

Apabila kita membandingkan kehidupan masyarakat tradisional dan modern, kita akan memperoleh kesimpulan sebagai berikut.

-          Pelapisan sosial dalam masyarakat mula-mula didasarkan pada perbedaan-perbedaan tertentu yang menyangkut status diri atau turunan, misalnya atara pemimpin dan rakyat, kalangan terhormat dan jelata, serta golongan bangsawan dan rakyat biasa

-          Seiring dengan perkembangan masyarakat yang semakin majemuk, pelapisan sosial kemudian didasarkan juga pada pekerjaan yang digeluti (profesi) atau bahkan kekayaan yang dimiliki.

-          Perkembangan masyarakat yang terus berlanjut itu membuat dasar pelapisan sosial semakin beragam juga. Misalnya ada perbedaan berdasarkan aspek intelektual (golongan terpelajar dan bukan terpelajar), politik ( pemerintahan dan rakyat), dan ekonomi (majikan dan pegawai)

Nama : Nur Rochman

Npm : 17108340

h1

Memunculkan file hidden lewat mode DOS

Maret 3, 2010

Seperti yang telah kita ketahui, ada beberapa file yang sengaja disembunyikan, seperti file sistem operasi, file rahasia dan file-file pribadi yang memang sengaja kita sembunyikan. Jika menggunakan windows eksplorer, kita dapat mendeteksi keberadaan mereka dengan mudah.

Lalu bagaimana jika kita ingin mendeteksi menggunakan mode DOS? Tetap mudah. Cara ini dapat juga digunakan apabila komputer anda sedang terkena virus yang mengakibatkan windows eksplorer tidak dapat bekerja dengan benar. caranya Klik start>run dan ketik “cmd”.

Setelah berada di command prompt, ketikkan “dir /a:h”. Sekarang, file-file yang tersembunyi akan terlihat pada mode DOS.


Nama : Nur Rochman

Npm : 17108340

h1

Memblokir registry editor

Maret 3, 2010

Registry editor merupakan tool yang penting yang ada di MS Windows. Di situlah terekam banyak setting dan aturan yang sangat vital. Jika registry tersebut di utak atik tanpa bekal pengetahuan yang dalam, MS Windows XP anda akan crash atau minimal tidak akan bekerja sebagaimana mestinya.

seperti yang dilakukan oleh sebagian admin, dengan alasan keamanan maka mereka biasanya melakukan pemblokiran registry editor. pada warnet atau lab komputer biasanya mereka juga melakukan cara ini untuk menghindari masalah dari user yang iseng kadang mereka juga dapat merusak apabila memasuki program registry editor ini.

Oleh karena itu, ada baiknya jika registry editor ini di blokir saja agar tidak sembarang orang mengakses bagian ini. Masuk ke registry editor memang pada dasarnya mudah. Klik start>run dan ketik “regedit”, maka siapa pun bisa masuk ke registry editor. Tapi setelah di blokir maka regedit tidak akan tampil melainkan yang keluar adalah peringatan bahwa regedit telah di disable oleh administator. ada beberapa cara untuk menutup akses ke regedit ini, pada kesempatan kali ini saya akan memblokir dengan bantuan gpedit.msc

Salah satu cara memblokir registri editor adalah seperti ini. Klik start>run dan ketik “gpedit.msc”. klik bagian user configuration>administrative template>system. Klik ganda pada bagian “prevent acces to registry editing tool”. Ambil pilihan “enabled” dan tekan OK jika sudah.

Sekarang, coba klik start>run dan ketik “regedit”. Apa yang akan anda dapat?

Untuk mengembalikan seperti semula. Klik start>run dan ketik “gpedit.msc”. klik bagian user configuration>administrative template>system. Klik ganda pada bagian “prevent acces to registry editing tool”. Ambil pilihan “not configured” atau “disable” dan tekan OK jika sudah.

Nama : Nur Rochman

Npm : 17108340

h1

Mengubah warna mode DOS

Maret 3, 2010

Dulu MS DOS memang pernah mendunia. Tetapi, begitu MS windows XP muncul, tampakny MS DOS sudah mulai ditinggalkan meskipun tetap saja diikut sertakan dalam paket window Xp. Mungkin anda merupakan salah satu penggemar setia MS DOS pula. padahal dengan mengakses MS DOS ada berbagai macam keuntungan atau kelebihan yang dapat kita lakukan dengan melakukan perintah-perintah tertentu, misalnya apabila terjadi masalah pada windows anda maka dengan menggunakan perintah tertentu pada program ini dapat di cek error yang terdapat pada windows anda, dan ada banyak lagi kelebihannya.

Secara default, tampilan MS DOS selalu tetap, yaitu warna hitam untuk latar belakang dan warna putih untuk textnya. agar tidak bosan maka ada beberapa cara untuk mengubah warna-warna ini, anda bisa menggunakan cara berikut.

klik start>run dan ketik “cmd” untuk masuk ke mode DOS. Setelah itu, ketikkan perintah color (warna latar belakang)(warna latar depan) tekan enter jika sudah.

contoh tampilan outputnya seperti pada gambar berikut

Berikut adalah deretan warna yang bisa anda pilih

0 = hitam

1 = biru

2 = hijau

3 = aqua

4 = merah

5 = jingga

6 = kuning

7 = putih

8 = abu-abu

9 = biru terang

A = hijau terang

B = aqua terang

C = merah terang

D = jingga terang

E = kuning terang

F = Putih terang


Nama : Nur Rochman

Npm : 17108340

h1

BAB VIII ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI DAN KEMISKINAN

November 20, 2009

1. ILMU PENGETAHUAN

 

Menurut aristoteles, Pengetahuan merupakan yg dpt diinderai dan merangsang budi.

Langkah-langkah memperoleh ilmu dan objek ilmu meliputi rangkaian kegiatan dan tindakan

Pengamatan dan pengujian kesimpulan dengan menghadapkan fakta

 

Diperlukan beberapa sikap utk mencapai suatu pengetahuan yg ilmiah dan objektif

- tidak ada perasaan besifat pamrih

- sekektif

- kepercayaan yang layak

- merasa pasti bahwa setiap pendapat telah mencapai kepastian

 

Penelitian dasar bertujuan utama menambah pengetahuan ilmiah,sedangkan

Penelitian terapan adalah utk merapkan secara praktis pengetahuan ilmiah

 

2. TEKNOLOGI

Teknologi selain mempermudah kehidupan manusia juga mempunyai dampak sosial yg sering lebih penting artinya dari pada kehebatan teknologi itu sendiri

 

Ciri-ciri fenomena teknik menurut sastrapratedja

- rasionalitas

- monisme

- artifisialitas

- universalisme

- otomatisme

- otonomi

- teknis

 

 

Ciri-ciri teknologi barat :

- serba intensif dalam segala hal, seperti modal, organisasi, tenaga kerja dll

- bersifat melestarikan sifat ketergantungan dalam struktur sosial

- pandangan teknologi menganggap  dirinya pusat feriferi,waktu berkaitan dgn kemajuan scr linier

 

3. ILMU PENGETAHUAN TEKNOLOGI DAN NILAI

Masalah nilai kaitannya dgn ilmu pengetahuan dan teknologi ini menyangkut perdebatan sengit dalam menduduk perkarakan nilai dalam kaitannya dengan ilmu teknoligi. Sehingga kecenderungan sekarang  ada dua pemikiran yaitu:

- yang menyatakan ilmu bebas nilai dan

- yang menyatakan ilmu tidak bebas nilai

 

4. KEMISKINAN

Kemiskinan lazim dilukiskan sebagai kurangnya pendapat untuk memenuhi kehidupan yang pokok, dikatakan berada di bawah garis kemiskinan apabila tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup yang paling pokok seperti pangan, pakaian tempat berteduh dll.

 

3 hal yg mempengaruhi batas minimum pendapatan (garis kemiskinan)

- persepsi manusia terhadap kebutuhan pokok

- posisi manusia dalam lingkungan sekitar

- kebutuhan objektif manusia utk bisa hidup scr manusiawi

 

Ciri-ciri dasar ukuran hidup dibawah garis kemiskinan

- tidak memiliki faktor produksi sendiri

- tidak memiliki kemungkinan utk memperoleh asset produksi dgn kekuatan sendiri

- tingkat pendidikan mereka rendah

- kebanyakan tinggal di desa sebagai pekerja bebas

- banyak yg hidup di kota berusia muda dan tidak mempunyai keterampilan

 

Kemiskinan menurut orang lapangan dikategorikan menjadi 3 unsur

-  kemiskinan yg disebabkan handicap badaniah atau mental seseorang

-  kemiskinan yg disebabkan oleh bencana alam

-  kemiskinan buatan

 

Nur Rochman

17108340

1KA26

 

h1

BAB VII MASYARAKAT PEDESAAN DAN MASYARAKAT PERKOTAAN

November 8, 2009

1. Masyarakat Perkotaan, aspek-aspek positif dan negatif

a. Pengertian Masyarakat

Kelompok manusia yg telah cukup lama hidup dan bekerja sama, sehingga mereka ini dapat mengorganisasikan dirinya berpikir tentang dirinya dalam satu kesatuan sosial dengan batas-batas tertentu

b. Masyarakat Perkotaan

sering disebut jg urban community, cirinya :

-keagamaan berkurang

-kemungkinan bekerja lebih banyak

-jalan kehidupan yg cepat

-mengurus dirinya sendiri

-perubahan sosial tampak nyata

-jalan pikiran rasional

c. Perbedaan Desa dan Kota

-jumlah dan kepadatan penduduk

-stratifikasi sosial

-pola interaksi sosial

-lingkungan hidup

-corak kehidupan sosial

-solidaritas sosial

-mata pencaharian

-mobilitas sosial

2. Hubungan Desa dengan Kota

a. masyarakat tersebut bukanlah 2 komunitas yg berbeda

b. bersifat ketergantungan

c. kota tergantung desa dlm memenuhi kebutuhan bahan pangan

d. desa jg merupakan tenaga kasar pd jenis pekerjaan tertentu

e. sebaliknya, kota menghasilkan barang dan jasa yg dibutuhkan desa

f. peningkatan penduduk tanpa diimbangi perluasan kesempatan krj berakibat kepadatan

g. mereka kelompok para penganggur di desa

3. Aspek Positif dan Negatif

Lingkungan kota mengandung 5 unsur yaitu

1)wisma

2)karya

3)marga

4)suka

5)penyempurnaan

Kelima unsur ini kemudian dirinci dlm perencanaan suatu kota tertentu sesuai dengan tuntutan kebutuhan yg spesifik untuk kota tersebut dimasa yg akan datang

Rumusan pengembangan kota

-menekan angka kelahiran

-mengalihkan pusat pembangunann pabrik ke pinggir kota

-membendung urbanisasi

-mendirikan kota satelit dimana pembukaan usaha relatif rendah

-meningkatkan fungsi dan peranan kota-kota kecil atau desa yg ada di sekitar kota

-transmigrasi bagi warga miskin dan tidak mempunyai pekerjaan

4. Masyarakat Pedesaan

a. Pengertian Desa/Pedesaan

Suatu kesatuan hukum dmn bertempat tinggal suatu masyarakat pemerintahan sendiri

b. Hakikat dan Sifat Masyarakat Pedesaan

Masyarakat desa dinilai oleh org kota sbg masyarakat damai, harmonis, adem ayem dan tenang.

Dan memiliki sifat

-petani tidak kolot,, tidak bodoh, tidak malas

-sifat hidup penduduk desa rata-rata luas sawah kurang lebih 0,5 ha

c. Sistem Nilai Budaya Petani di Indonesia

- petani menganggap hidupnya itu sbg suatu hal yg buruk

- mereka beranggapan bahwa org bekerja itu untuk hidup

- mereka berorientasi pd masa kini kurang memperhatikan ms depan

- mereka menganggap alam itu tdk menakutkan jk terjadi bencana

- dan untuk menghadapi alam mereka cukup bekerja sama

d. Unsur-unsur Desa

- daerah

- penduduk

- corak kehidupan

- unsur gotong royong

e. Fungsi Desa

- fungsi desa dlm hubungannya dengan kota

- sebagai lumbung bahan mentah atau tenaga kerja

- dan segi kegiatan, kerja desa dpt merupakan desa agraris, desa manufaktur, desa industri, desa nelayan.

5. Urbanisasi dan Urbanisme

Urbanisasi adalah suatu proses berpindahnya penduduk dari desa ke kota

Secara umum sebab-sebab urbanisasi adalah sebagai berikut :

  1. daerah yg termasuk menjadi pusat pemerintahan atau menjadi ibu kota
  2. tempat tesebut letaknya sangat strategis sekali untuk usaha-usaha perdagangan / perniagaan
  3. timbulnya industri di daerah itu, yang memproduksi barang maupun jasa

6. Perbedaan Masyarakat Pedesaan dan Perkotaan

Perbedaannya jika di lihat dari segi kuantitatif sulit di bedakan karena adanya hubungan antar konsentrasi penduduk dgn gejala sosial

Lebih baik menentukan perbedaan dilihat dari segi kualitas / kriteria kualitatif dmn struktur, fungsi, adat istiadat serta sosial kehidupannya dipengaruhi oleh proses penyesuaian ekologi masyarakat.

  1. Lingkungan umum dan orientasi terhadap alam
  2. Pekerjaan atau mata pencaharian
  3. Ukuran komunitas
  4. Kepadatan penduduk
  5. Homogenitas dan heterogenitas
  6. Diferensiasi sosial
  7. Pelapisan sosial
  8. Mobilitas sosial
  9. Interaksi sosial
  10. Pengawasan sosial
  11. Pola kepemimpinan
  12. Standar kehidupan
  13. Kesetiakawanan sosial
  14. Nilai dan sistem nilai

Nur Rochman

17108340

1KA26

h1

BAB VI PELAPISAN SOSIAL DAN KESAMAAN DERAJAT

November 8, 2009

 

1. Pelapisan Sosial

 

a. Pengertian

Perbedaan penduduk atau masyarakat ke dlm kelas-kelas yg tersusun secara bertingkat

 

b. Pelapisan sosial ciri tetap kelompok sosial

Berdasarkan jenis kelamin dan umur, kelompok suku, pemimpin, org yg dikucilkan, pembagian krj, perbedaan struktur ekonomi

 

c. Terjadinya pelapisan sosial

Terjadi dengan sendirinya dan dengan disengaja

 

d. Pembedaan sistem pelapisan menurut sifatnya

Sifat pelapisan masyarakat yg tertutup dan terbuka

 

e. Beberapa teori tentang pelapisan sosian

Aristoteles : org kaya, menengah dan melarat

Vilfredo pareto : elite dan non-elite

 

2. Kesamaan Derajat

Persamaan Hak

Persamaan derajat di Indonesia

 

3. Elite dan Massa

 

a. Elite

a. pengertian : sekelompok terkemuka di bid tertentu khususnya gol kecil yg memegang kekuasaan

b. fungsi elite dlm memegang strategi

 

b. Massa

a. pengertian : sesuatu pengelompokan kolektif lain yg elementer dan spontan

b. hal-hal yg penting dlm masyarakat

c. peranan individu di dlm massa penting sekali

d. masyarakat dan massa

e. hakekat dan perilaku massa

f. peranan elite terhadap massa

 

4. Pembagian Pendapat

 

a. Komponen Pendapat

Rumah tangga produsen dan rumah tangga konsumen

 

b. Perhitungan Pendapat

a. Sewa tanah

b. Upah

c. Bungan Modal

d. Laba Pengusaha

 

c. Distribusi Pendapat

1. aliran liberal

2. aliran pemerintah

 

 

 

Nur Rochman

17108340

1KA26

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.