h1

Pemberantasan Nyamuk Demam Berdarah

Februari 23, 2010

Apabila musim hujan tiba, penyakit demam berdarah merebak kembali di Indonesia. Rumah sakit dipenuhi penderita penyakit ini. Bahkan banyak penderita terpaksa dirawat di lorong-lorong rumah sakit karena kamar perawatan yang tersedia sudah tidak dapat menampung pasien lagi. Banyak di antara penderita yang tidak tertolong. Setiap tahun jumlah penderita dan korban meninggal terus meningkat. Masalah demam berdarah dengue (DBD)  bukan hanya tanggung jawab dinas kesehatan, tetapi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. Kita harus melakukan upaya dan bekerja keras agar anggota keluarga dan tetangga kita tidak tertular DBD. Jika semua orang melakukannya, DBD di Indonesia juga akan dapat di kendalikan seperti di Negara lain.

Virus DBD ditularkan melalui nyamuk aedes aegypti dan aedes albopictus. Nyamuk ini dalam siklus hidupnya mengalami 4 stadium yaitu telur, larva, pupa dan dewasa. Telur, larva dan pupa berada dalam air jernih yang tenang. Genangan air yang disukai sebagai tempat perindukan biasanya genangan air di dalam wadah, seperti bak mandi, drum, bak WC, tempayan, ember. Vas kembang, air tempat minum hewan, tanaman hias, dan barang-barang bekas. Jadi cukup banyak tampungan air yang dapat menjadi perindukan nyamuk ini.

Di samping itu suasana yang disukai adalah suasana yang gelap, terbuka dan terlindungi dari sinar matahari. Nyamuk aedes dewasa betina merupakan nyamuk type penusuk dan penghisap. Karena itulah  nyamuk ini dapat menularkan virus DBD dari seorang ke orang lain. Nyamuk ini menggigit dan menghisap darah pada siang hari, terutama pagi dan sore hari, yaitu pukul 09.00-12.00 dan pukul 15.00-17.00. Telur nyamuk aedes pada suhu 20-40 derajat celcius akan menetas menjadi larva dalam waktu 1-2 hari, sedangkan larva akan berubah menjadi pupa dalam 4-9 hari. Dari pupa ke nyamuk dewasa dalam waktu 2-3 hari dengan demikian perkembangan dari telur menjadi nyamuk dewasa memerlukan waktu 7-14 hari.

Dengan memahami perkembangan nyamuk tersebut kita dapat lebih mudah memberantas nyamuk DBD. Upaya yang paling penting adalah mencegah agar tak tersedia wadah untuk berkembangnya nyamuk, baik dalam bentuk telur, larva, maupun pupa. Karena itu, sebaiknya barang barang bekas jangan di biarkan tersebar sehingga memungkinkan air tergenang. Cara yang cukup praktis adalah dengan menguburkan benda-benda tak terpakai tersebut. Sedangkan penampungan air jangan dibiarkan menjadi tempat berkembang biak nyamuk ini dengan cara menguras sekali seminggu. Upaya pemberantasan sarang nyamuk perlu dilakukan sepanjang tahun tidak hanya sewaktu banyak kasus. Sudah tentu gerakan ini perlu di pantau secara baik dengan melakukan pengawasan nyamuk secara baik. Melalui pengawasan ini, kita akan mendapatkan peringatan sewaktu jumlah jentik nyamuk meningkat.

NUR ROCHMAN

17108340

3KA17

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: