h1

Mobilitas Sosial

Maret 3, 2010

Mobilitas sosial bukan merupakan kenyataan yang begitu saja terjadi. Suatu gerak terjadi karena ada penggerak. Begitu pula dengan mobilitas sosial. Perpindahan antar status sosial dapat terjadi kalau status sosial tinggi yang dituju memang ada, masih menyediakan ruang untuk di isi dan mudah diperoleh. Seorang lurah misalnya, tidak mungkin mengangkat status sosialnya menjadi tumenggung karena status sosial itu memang tidak ada dalam kelompok sosialnya. Lalu sekelompok buruh tani tidak dapat beralih status sosial menjadi karyawan pabrik karena pabrik-pabrik sudah menutup penerimaan karyawan baru. Seorang pedagang asongan tidak sanggup mengangkat status sosialnya menjadi sarjana karena kesulitan biaya

1. Struktur pekerjaan

Dalam setiap masyarakat, terdapat sejumlah status sosial tinggi yang menyediakan serta yang harus di isi. Jumlah itu berbeda antara masyarakat yang satu dengan yang lain. Perbedaan itu tampak pada pembagian lapangan kerja yang tersedia.

Masyarakat yang mengandalkan kehidupan ekonominya pada bidang pertanian dan bahan baku cenderung memperluas lapangan kerja di tingkat bawah dan membatasi lapangan kerja di tingkat menengah dan atas. Masyarakat seperti ini akan memiliki banyak status sosial rendah dan sedikit status sosial atas. Akibatnya, kemungkinan seorang pegawai rendahan meningkat status sosialnya menjadi kecil sekali. Ia hanya mungkin beralih status sosisal dalam lapisan sosial yang sama, misalnya dari buruh tani menjadi buruh perkebunan ataupun buruh tambang. Itulah sebabnya mobilitas masyarakat agraris cenderung rendah.

Sebaliknya, masyarakat yang mengandalkan kehidupan ekonominya pada industri cenderung memperluas lapangan kerja di tingkat menengah dan atas. Perkembangan industri ditandai dengan perkembangan teknologi sehingga membutuhkan tenaga kerja yang handal. Terbuka kesempatan untuk bekerja di tingkat menengah dan atas memacu warga masyarakat untuk meningkatkan status sosialnya. Statistik negara industri memperlihatkan penurunan jumlah orang yang bekerja di tingkat buruh dan peningkatan jumlah orang yang bekerja di tingkat profesional. Itulah sebabnya mobilitas sosial dalam masyarakat industri cenderung tinggi.

2. Perbedaan tingkat kelahiran

Tingkat kelahiran pada masyarakat berstatus sosial rendah umumnya lebih tinggi di bandingkan  dengan tingkat kelahiran pada masyarakat berstatus sosial menengah keatas. Kenyataan tersebut dapat kita lihat dari perbedaan tingkat kelahiran yang menyolok antara desa dan kota atau antara masyarakat agraris dan industri. Perbedaan tingkat kelahiran ini akan memacu mobilitas sosial, berupa gejala warga masyarakat dari status sosial rendah mencari kerja di tingkat menengah sampai atas.

Terjadinya mobilitas sosial itu dapat di terangkan sebagai berikut. Berkat kemajuan ilmu dan teknologi, pertambahan dan perluasan lapangan kerja ditingkat status sosisal menengah ke atas semakin meningkat. Cobalah jika kita perhatikan halaman surat kabar yang melampirkan iklan buka lamaran pekerjaan dari berbagai perusahaan! Ada banyak sekali, padahal tingkat kelahiran pada masyarakat berstatus sosial menengah sampai ke atas relatif rendah dibandingkan masyarakat yang berstatus sosial rendah. Dan akibatnya ada kekosongan di tingkat menengah sampai keatas yang harus di isi. Kekosongan itu di isi oleh warga masyarakat dari lapisan bawah sehingga status sosial mereka pun turut terangkat. Maka jadilah mobilitas sosial.

Nama : Nur Rochman

Npm : 17108340

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: