h1

Perkembangan Pemerintahan di Indonesia pada Masa Kolonial

Maret 9, 2010

Di Indonesia, sebelum kedatangan bangsa Barat, telah berdiri kerajaan-kerajaan islam. Kerajaan tersebut merupakan pusat-pusat perdagangan yang ramai. Kerajaan-kerajaan itu adalah Samudera Pasai, Aceh, Demak, Banten, Cirebon, Banjar, Makasar, Ternate dan Tidore. Selain itu juga terdapat kota-kota dagang seperti Pasai, Pedir, Barus, Tiku, Pariaman, Palembang, Jambi, Yogyakarta, Jepara, Tuban, Gresik, Pasuruan dan Hitu.

Di ibukota kerajaan terdapat golongan raja dan bangsawan yang tinggal di istana. Pada umumnya raja bergelar sultan. Tapi di daerah-daerah tertentu ada yang menyebutnya sunan, karaeng, arung batara, kolano. Adat kehidupan kerajaan-kerajaan tersebut bersifat istana sentris yaitu kehidupan di istana sebagai pusat kehidupan masyarakat. Kadang-kadang juga disebut feodalisme, yaitu tata cara kehidupan keraton yang dimuliakan.

Struktur kekuasaan feodal menunjukkan hierarki yang mengerucut dengan kekuasaan uncak dipegang oleh seoang raja, yang mempunyai pengaruh di wilayah di mana raja-raja kecil sebagai bagiannya. Selanjutnya masing-masing raja kecil tersebut mempunyai bagian-bagian yang lebih kecil lagi dan seterusnya. Upeti mengalir ke atas, sedangkan raja memberi perlindungan kepada bawahannya.

Setelah masa kolonial, di anatara Portugis, Inggris dan Belanda, maka Belandalah yang banyak sekali meninggalkan warisan politik pemerintahan di Indonesia. Alasannya Belanda paling lama berkuasa di Indonesia.

Pada awal pemerintah kolonial tidak banyak mencampuri perkembangan pemrintahan kerajaan-kerajaan di Indonesia. Pada dasarnya mereka menganggap bahwa kepentingan kolonialisme dan imperialisme barat merupakan kepentingan ekonomi. Kepentingan politik baru terpikir oleh Belanda sejak berakhirnya perang di Jawa (Perang Diponegoro). Sejak itu Belanda serius mendirikan pemerintahan Nederland Indie (Hindia Belanda), dengan membentuk pemerintahan pusat, provinsi atau wilayah otonom dan hukum, kekuasaan tertinggi Nederland Indie (Hindia Belanda) dipegang oleh gubernur jendral.

Organisasi pemerintahan yang dibentuk Belanda itu menjadi model (Prototipe) bagi organisasi pemerintahan Indonesia sekarang ini. Lembaga-lembaga Negara di Indonesia, tidak jauh berbeda dengan lembaga negara pada era Nederlands Indie (Hindia Belanda).

Nur Rochman

17108340

3KA17

One comment

  1. trims infonya sob



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: